Langsung ke konten utama

MENGENAL APA ITU GOLDEN WINDOW & MANFAATNYA BAGI PELAR

Memperhatikan nutrisi dari asupan makanan itu penting, namun mengatur waktu untuk mengkonsumsinya juga tak kalah penting.Tak hanya nutrisi sebelum lari, atlet juga harus memprioritaskan asupan makanan sesudah latihan atau pertandingan.
Sport Nutrition expert dari POCARI SWEAT SPORT SCIENCE, Matthew Blaylock Ph.D, juga menyetujui hal ini. Ia menyatakan bahwa terdapat waktu khusus untuk mengkonsumsi nutrisi pasca latihan agar manfaat gizinya dapat benar-benar diserap tubuh dan berdampak nyata pada peningkatan performa. Waktu khusus ini disebut dengan Golden Window.
Mengenal Golden Window
Golden Window adalah waktu terbaik para atlet untuk mengkonsumi asupan gizi. Dalam jendela waktu ini, otot pada tubuh sedang ada dalam kondisi prima untuk menerima nutrisi yang dapat menstimulasi proses perbaikan, pertumbuhan, dan kekuatan otot. Jendela ini terbuka dalam rentang waktu yang cukup cepat. Penelitian menunjukkan bahwa Golden Window ini hanya ada pada 0-60 menit pertama setelah para atlet selesai menjalankan program latihan. Rentang waktu ini adalah waktu terbaik dalam mengkonsumsi asupan nutrisi seperti karbohidrat & protein.
    1. Karbohidrat
      Jenis makanan seperti roti, kentang, nasi atau mie sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mengembalikan stamina yang hilang setelah berolahraga.
    2. Protein
      Makanan seperti daging, telur, ikan, kacang-kacangan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memperbaiki otot yang telah berkerja secara intens selama latihan.
Jika tubuh tidak segera mendapatkan nutrisi yang cukup dengan cepat, bahkan jika hanya tertunda beberapa jam pun, dampaknya pada tubuh sangat terasa. Mengkonsumsi nutrisi di luar Golden Window ini akan menyebabkan kadar glikogen di dalam otot (sumber tenaga paling penting untuk seorang pelari) dan sintesis protein tidak mencapai tingkat maksimal sehingga kemampuan tubuh untuk pemulihan dan ketahanan pun tidak maksimal.
Tujuan dan manfaat program Golden Window
Tujuan utama dari program Golden Window ini adalah periode dimana asupan protein dan karbohidrat dapat membantu dalam peningkatan massa otot serta untuk mempercepat proses pemulihan dan persiapan sesi olahraga berikutnya.
Kemudian menurut penelitian dari Public Library of Science di Amerika Serikat, beberapa manfaat dari menerapkan Golden Window untuk asupan nutrisi ini antara lain: pemulihan yang lebih baik dan cepat, mengurangi nyeri otot, meningkatkan kemampuan tubuh untuk membentuk otot, meningkatkan fungsi imun tubuh, memperbaiki massa tulang, dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan lemak dengan baik. Semua manfaat ini dapat dirasakan oleh semua orang, tak bergantung pada jenis kelamin ataupun usia seseorang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGKATKAN KEKUATAN KERJA OTOT DENGAN HIDRASI TEPAT

Saat berlari, semakin kuat kerja dan ketahanan otot akan semakin bermanfaat bagi atlet. Namun, dehidrasi secara terus menerus dapat menurunkannya. Oleh karenanya, hidrasi menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya kontraksi otot. Apa yang menyebabkan hidrasi sangat penting? Saat berlari, tubuh menghasilkan panas yang ditandai dengan keluarnya keringat. Semakin berkeringat, semakin berkurang volume darah. Semakin berkurang volume darah, semakin berat kerja jantung untuk memompa darah berisi oksigen dan nutrisi ke otot-otot yang bekerja. Keringat yang keluar harus dikembalikan dengan cairan, terutama yang memiliki kandungan ion untuk membantu menyeimbangkan cairan tubuh. Jika cairan dan ion yang hilang tidak dikembalikan, tubuh menjadi dehidrasi. Dehidrasi, akan memaksa jantung bekerja keras, cadangan glikogen berkurang lebih cepat, suhu tubuh meningkat sehingga meningkatkan risiko  heat stroke . Riset menunjukan bahwa atlet yang memulai olahraga dengan level hid...

KECEMASAN OLAHRAGA

POLA KECEMASAN PADA ATLET  PARALYMPIC   (OLAHRAGA KHUSUS ATLET DISABILITAS) (Sebuah Studi Pendahuluan) Bekti Irawan (Bekti.awan-2014@psikologi.unair.ac.id) Program Magister Sains Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Abstrak Pada penelitian ini menganalisis mengenai pola kecemasan yang dimiliki para atlet dengan disabilitas, karena atlet dengan disabilitas ini pasti memiliki pola kecemasan yang berbeda dari atlet normal. kecemasan dianggap merupakan faktor yang dapat menghambat penampilan dan prestasi atlet. Ketika pola kecemasan dapat diketahui sejak awal, pihak tim akan mampu melakukan intervensi yang dapat memaksimalkan dan mengelola kecemasan para atlet dengan disabilitas ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara pengumpulan data wawancara yang berupaya untuk mengetahui pola kecemasan dari atlet dengan disabilitas ketika akan bertanding dengan subjek 4 orang atlet disabilitas dan 1 orang staf pelatih. Teknik an...